Pejuang Akademisi Universitas Indonesia, Prof. Ali Berawi Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia

Pejuang Akademisi Universitas Indonesia, Prof. Ali Berawi Masuk Daftar Peneliti Terbaik Dunia

Indonesia kembali memberikan kontribusi besar bagi dunia lewat karya ilmiah. Bukan hanya sekedar karya ilmiah, melainkan peneliti asal Indonesia yang kini diakui dunia sebagai peneliti paling berpengaruh.

Ternyata banyak peneliti asal Indonesia yang diakui oleh dunia lewat karya ilmiahnya.

Bahkan masuk ke dalam daftar Top 2 persen Ilmuwan Terbaik di Dunia (World’s Top 2 percent Scientists) yang dianugerahkan oleh Stanford University.

Sitasi adalah bagaimana orang melihat karya-karya ilmiah yang sudah ilmuwan lakukan.

Databese ilmiah yang diambil berasal dari karya ilmiah yang dipublikasikan secara internasional. Termasuk bereputasi dalam hal publikasi karya ilmiah.

“Kebetulan kami banyak menulis karya ilmiah yang masuk dalam databese internasional. Jadi nantinya karya ilmiah menjadi referensi bagi teman-teman akademisi, termasuk scholar di seluruh dunia,” jelas Ali.

“Dari situlah akhirnya diambil datanya dan diukur oleh Stanford University serta Elsevier BV yang nantinya dirangking menjadi Top 2 persen Ilmuwan Terbaik di Dunia,” lanjutnya.

Prof Mohammed Ali Berawi Top 2 Persen Ilmuwan Terbaik di Dunia

Salah satunya adalah Prof Mohammed Ali Berawi yang masuk ke dalam daftar ilmuwan terbaik di dunia.

Prof Mohammed Ali Berawi adalah salah seorang pengajar dari Universitas Indonesia (UI) yang masuk ke dalam daftar Top 2 persen Ilmuwan Terbaik di Dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

“Perankingan ini sebenarnya dilihat dari seberapa besar pengaruh yang diukur melalui sitasi,” ujar Prof Mohammed Ali Berawi saat wawancara eksklusif bersama https://www.smkn5-tng.com/ di Gedung Menara Mandiri 2, Jalan Jendral Sudirman Kav 54-55, Kawasan SCBD, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat

Sitasi adalah bagaimana orang melihat karya-karya ilmiah yang sudah ilmuwan lakukan.

Databese ilmiah yang diambil berasal dari karya ilmiah yang dipublikasikan secara internasional. Termasuk bereputasi dalam hal publikasi karya ilmiah.

“Kebetulan kami banyak menulis karya ilmiah yang masuk dalam databese internasional. Jadi nantinya karya ilmiah menjadi referensi bagi teman-teman akademisi, termasuk scholar di seluruh dunia,” jelas Ali.

“Dari situlah akhirnya diambil datanya dan diukur oleh Stanford University serta Elsevier BV yang nantinya dirangking menjadi Top 2 persen Ilmuwan Terbaik di Dunia,” lanjutnya.

Dirinya bersyukur bahwa apa yang sudah dilakukan selama ini, ternyata mampu bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan teknologi.

“Hasil-hasil penelitian ini menjadi referensi bagi para peneliti lainnya dan ilmuwan di seluruh dunia,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 12 dosen dan peneliti dari Universitas Indonesia (UI) masuk dalam World’s Top 2 Percent Scientists 2022.

Yakni daftar peneliti paling berpengaruh di dunia yang dipublikasikan oleh Stanford University dan Elsevier BV, sebuah perusahaan penerbitan akademik asal Belanda yang berfokus pada konten ilmiah, teknik, dan kesehatan.

Peneliti yang masuk dalam daftar ini merupakan mereka yang aktif melakukan riset dan publikasi karya ilmiah.

Belasan peneliti UI yang masuk dalam kategori tersebut berasal dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Kedokteran.

Dari Fakultas Teknik, dosen dan peneliti yang meraih capaian ini, yaitu Prof. Dr.-Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra; Prof. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Irwan Katili, DEA.; dan Dr.-Ing. Ir. Nasruddin, M.Eng.

Dari Fakultas MIPA, ada lima peneliti yang masuk dalam daftar ini. Kelima peneliti tersebut adalah Prof. Dr. Yoki Yulizar; Prof. Dr. rer. nat. Rosari Saleh; Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum; Drs. Dr. Zuherman Rustam, DEA.; dan Dr. Dipo Aldila, S.Si., M.Si.

Sementara itu, dari Fakultas Kedokteran, dosen dan peneliti yang masuk dalam daftar World’s Top 2 Percent Scientists 2022, antara lain Prof. Dr. dr. Siti Setiadi, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM.; Prof. dr. Jeanne Adiwinata Pawitan, M.S., Ph.D.; dan Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A (K).

Author: dormant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *